Follow Me


Tiga sahabat Imran, Khabir, dan Arjun memutuskan melakukan pesta bujang melalui perjalanan wisata di Spanyol setelah salah satu di antara mereka Khabir akan segera melangsungkan pernikahan. Masing-masing memberikan kejutan tantangan olahraga yang akan mereka lakukan bersama. Bukan sekedar pesta bujangan biasa, perjalanan spanyol ini bisa jadi sarana mereka untuk memperbaiki hubungan persahabatan mereka  setelah beberapa tahun terakhir mereka terlibat sebuah masalah. Dalam perjalanan wisata di Spanyol mereka banyak mengalami pengalaman yang sangat berharga yang kelak mengubah masa depan mereka.

Setelah menonton film ini saya langsung teringat dengan "Hangover Part II" yang kebetulan realease di tahun yang sama. Tak bisa dibandingkan sebenarnya karena genrenya beda cuma temanya sama. "zindagi Ne De Mila Bora" masuk ke genre drama yang memiliki unsur sedikit komedi sedangkan " Hangover" lebih ke arah komedi yang memang dibuat sekocak-kocaknya yang benar-benar untuk mengajak penontonnya tertawa. Jadi kalau ditanya bagus yang mana sama saja suka komedi atau drama karena sama bagusnya. Kalau saya sendiri  lebih memilih "Zindagi Ne De Mila Bora".

Pesta bujang tentu identik dengan pesta, hura-hura, dan bersenang-senang. Hal itu tentu ada di film ini tapi sekedar background cerita. Rentetan masalah yang mereka bawa dari kehidupan mereka sebelum dan bagaimana mereka menghadapinya selama perjalanan berwisata  menjadi nilai lebih.. Sama dalam kehidupan nyata pun kita sejenak ingin pergi dari masalah yang harus kita lalui dengan refreshing berwisata, berpetualang, atau melakukan hal lainnya jauh meninggalkan masalah keluarga, kerja, percintaan. "Zindagi Ne De Mila Bora" menjadi motivasi bagus mengapa kita harus melakukan itu. Meski film Bollywood tarian  sangat sedikit ditampikan. Mungkin yang niat untuk mencari konten Bollywood di film ini akan merasa kecewa. Bahasa yang digunakan hampir setengahnya berbahasa Inggris. Saya termasuk orang yang tidak suka atau bahkan bisa dibilang anti lagu-lagu Bollywood. "Senorita" menjadi pengecualian. Bukan saja "Senorita" lagu lainnya seperti "Ik Junoon", "Sooraj Ki Baahon Mein", "Khwabon Ke Parindey" terdengar 'ear catching' di sepanjang film sama sekali tak terdengar seperti lagu Bollywood kebanyakan. Sedang letih, capek, stres,  dengan kehidupan sehari-hari, atau butuh motivasi saya sarankan untuk menonton film ini, salah satu "Feel Good Movie" favorite saya saat ini. Rating di Imdb 8 gak bohong lho.


8.5/10











Dengan mobil berisi tumpukan uang tunai, sepasang Lelaki Perempuan, Leyla dan Kaveh membagikan dua kantong plastik besar uang kepada penduduk Desa kurang mampu yang jauh dari perkotaan kemudian mendokumentasikannya. Bagi penduduk Iran yang mayoritas penduduknya sangat religius baik beragama Islam Sunni maupun Syiah. Uang mungkin bukan segalanya, apalagi uang  yang tidak jelas asal-usul dan tujuan pemberiannya. 
Pada beberapa kesempatan mereka kesulitan membagikan uang seperti saat memberikan uang kepada seorang kakek tua religius. Sang Kakek menghormati pemberian mereka dengan hanya menerima selembar uang dan meminta mereka untuk memberikan sisanya kepada yang lebih membutuhkannya. Sehingga Kaveh mengarang cerita supaya kakek tersebut menyimpan semua uang yang mereka berikan.
"Play Angel and Devil" adalah ungkapan pas saat mereka mulai membagikan uang dengan ego mereka. Beberapa hal menarik yang mereka lakukan :
1. Mereka memberikan uang kepada salah satu dari dua bersaudara, Mustafa dan Morteza. Kaveh meminta Mustafa untuk bersumpah di atas Kitab Al-Qur'an untuk tidak memberikan sedikit pun uang yang mereka berikan kepada saudaranya. Sedangkan saudaranya sedang membutuhkan uang. Serta mereka meminta Mustafa dan Morteza untuk meninggalkan pekerjaannya.
2. Leyla pura-pura mengubur uang yang kemudian ditemukan dan disembunyikan oleh seorang pria. Leyla kembali berpura-pura kehilangan uang dan menanyakannya pada pria tersebut.
3. Leyla menawar keledai dengan uang sebanyak dua kantong plastik besar untuk membiarkan keledai tetap hidup dengan luka di kakinya sedangkan penggembala bermaksud akan membunuh keledainya untuk membebaskan penderitannya. 
4. Kahveh menawar jasad seorang putri Guru yang baru meninggal. Kahveh meminta untuk membiarkan jasad putri Guru tersebut untuk dibiarkan menjadi santapan serigala daripada menguburnya 
Karakter yang berbeda sering kali membawa perselisihan di antara mereka. Di mana sisi baik dan buruk memainkan plot cerita pada hal-hal tak terduga. Tak penting apa tujuan, alasan, serta hubungan antara Kaveh dan Leyla. Karena memang film ini bukan fokus tentang itu lebih pada pengembangan tiap karakter yang unik serta humanis. Tapi semuanya terjawab di akhir film.
Pada kenyataannya memang uang adalah ciptaan manusia yang saat ini menjadi ukuran moralitas, kejujuran, serta kekuasaan.

8/10


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Translate