Moses adalah seorang penipu kelas teri. Ia memperdayai korbannya dengan menjual kitab Injil kepada istri yang suaminya baru saja meninggal. Dengan pesanan palsu yang ia karang ia berhasil mendapatkan beberapa dolar dari para korbannya. Ketika ia mengetahui ada orang yang bertanggung jawab atas kematian seorang ibu dari seorang anak kecil bernama Addie. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia membawa Addie untuk memeras orang itu.
Sepertinya semuanya berjalan dengan lancar. Rencanaya berhasil, ia tinggal menikmati hasilnya dan tinggal mengirim Addie kepada kerabat ibunya. Tapi Addie bukanlah anak kecil biasa. Meski usianya baru 9 tahun ia sudah mengerti dengan semua perbuatan yang dilakukan oleh Moses. Addie tidak mau pergi begitu saja tanpa uang tersebut. Addie meminta haknya atas uang itu. Moses yang sudah terlanjur menggunakan uang tersebut tak dapat memberikannya kepada Addie. Dengan ancaman akan melapor pada polisi, Addie menganggapnya sebagai sebuah hutang.
Addie terus mengikuti Moses sampai ia mendapatkan semua uang itu. Dengan ancaman akan melapor pada polisi, Addie menganggapnya sebagai sebuah hutang yang harus dibayar.Satu-satunya jalan untuk lepas dari anak tersebut, Moses harus segera mengantarkan sendiri Addie kapada kerabat ibunya yang masih hidup. Hutang tersebut menjadi ikatan hubungan yang unik antara Moses dan Addie.
Dalam perjalanan mencari kerabat keluarga Addie, Moses mengajak serta Addie dalam kegiatannya penipuan yang sering ia lakukan.Berkat kecerdasan Addie, Moses lebih mudah melakukan aksinya. Addie lebih pintar memilih korban dan mengelabuinya. Namun tak jarang pula ia membuat kesal Moses karena sering bertindak sendirian. Perjalanan mencari kerabat keluarga Addie menjadi sebuah perjalanan yang sangat menarik, penuh denagn tawa dan juga sedih.Hubungan mereka menjadi lebih dekat saat Addie menganggap Moses sebagai sosok seorang ayah bagi dirinya.
Di tengah kebosanan saya menonton film mainstream modern. Saya kembali mencari film-film klasik sebagai alternatif hiburan. Beruntung sekali saya mendapatkan film ini. Sangat menghibur sekali terutama jika melihat aksi penipuan yang mereka lakukan. Kalau sampai ditiru bisa berbahaya. Salut banget dengan akting Tatum O'neal yang tak canggung sama sekali bermain dengan ayahnya sendiri. Tatum memberikan penampilan yang maksimal mengingat usianya sangat muda. Aslinya memang mereka berdua adalah ayah dan anak. Meskipun demikian, film ini bukan termasuk film keluarga. Karena banyak adegan dan dialog yang tak kan layak dikonsumsi oleh anak-anak. Tak banyak yang bisa saya katakan lagi selain film ini adalah film yang sangat menghibur bagi saya.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar